Archive for Januari, 2011


Kuhembuskan nafasku dalam hidup
Indah kesunyian dalam mimpi
Diam ku seribu bahasa
Diam menyimpan dalam perih
Sesumbar ku katakan aku bisa hidup sendiri
Tanpamu kawanku…..

Namun dalam hati aku teriak
Teriak tiada henti
Menangis dalam kepedihan
Kesuyian yang selalu menemani
Dan selalu menghampiri
Selalu dan selalu…..

Hingga aku merasa lelah
Untuk melepaskannya dan meninggalkannya
Kapan kesunyian dan kehampaan ini pergi
Ku lepas dan ku tinggalkan

Kapan…..

Adakah secercah harapan
Menyelimuti diri dan merasuk ke hati
Adakah….
Dimana harus ku mencari?
Kawan pengganti seperti engkau.?………

mengapa?
begitu tergesa-gesa
bukankah cinta butuh biaya?

aduh cinta
realistiskanlah hatimu
logikakan perasaan mu
paling tidak untuk sementara

kita hanya punya kekuatan
tapi belum bertunas
yah sudah
titip salam saja dengan calon mertua
katakan
calon menantu masih mencari mahar..

mengapa?
begitu tergesa-gesa
bukankah cinta butuh biaya?

aduh cinta
realistiskanlah hatimu
logikakan perasaan mu
paling tidak untuk sementara

kita hanya punya kekuatan
tapi belum bertunas
yah sudah
titip salam saja dengan calon mertua
katakan
calon menantu masih mencari mahar..

Aku tidak sedang berlari,…
Tapi lutut ku gemetar paksakan kaki tuk tetap berdiri
Pandangi wajah damaimu dalam balutan putih…

Aku tidak sedang menangis,…
Tapi air ini terus mengalir dari mata dan hidungku,
Ketika sadar ini terakhir ku dapat menatap indah senyum mu…

Waktu telah pertemukan kita,
Waktulah yang menjalin begitu banyak rangkaian kisah diantara kita
Dan kini,…
Waktu juga yang pisahkan kita.

Sungguh hidup dikuasai oleh waktu…
Tapi ku ikhlaskan semua susut di telan sang waktu,
Berharap kelak, waktu juga yang akan pertemukan kita kembali
di dalam kebaikan yang abadi…

Sungguh, aku tidak sedang menyesali takdir ini
Karena bagaimanapun aku bersyukur untuk waktu yg telah kita bagi,
Untuk takdirmu dalam takdir ku….

Sungguh, aku tidak sedang menangisi pergimu,…
Tapi biarlah air ini mengalir dari kedua mataku,
Sebagai ucapan selamat jalan untukmu sahabat.

PERSAHABATAN

Persahabatan
Selalu berbuah kebahagiaan
Karena persahabatan takkan hilang termakan zaman
Kau adalah sahabatku teman pelipur laraku
Bersamamu aku bisa ber bagi cerita indah
Cerita tentang kegagalanku
Dan dengan mu pula aku bisa tuangkan segala keluh kesahku

Sahabat…
Saat kau sedih aku menangis
Saat kau terluka hatiku tercabik
Saat kau gundah aku selalu resah

Sahabat....
Jangan kau anggap aku orang lain
Aku adalah dirimu
Aku adalah saudaramu
Aku siap korban kan jiwaku agar kekal persahabatan kita

Teman itu seperti bintang
Tak selalu nampak
Tapi selalu ada dihati
Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh

Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata
Saat tangan terluka, mata menangis
Saat mata menangis, tangan menghapusnya
Kuatkah aku menjalani ini

Kebersamaan kita memang indah
Bahkan terasa sangat manis

Kau teman berbagiku
Kau tempat ku curahkan resah dan gelisahku
Bercanda dan tertawa bersama
Menghangatkan tubuh dan jiwaku

Anyone would want to be loved and to love.

Anyone would yearn to drink in a beautiful lasting love lasting and cool in the truest sense.

But the desire to obtain and provide care in a container of love is often misdirected.

We missed with a pattern, but sometimes we are wrong in taking the figure to serve as role models.